Alhamdulillah, amanah fidyah dari para donatur telah disalurkan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kepada mereka yang membutuhkan. Dari keluarga pra sejahtera, warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, hingga para santri penghafal Al-Qur’an, bantuan itu hadir sebagai penguat di tengah keterbatasan.
Program fidyah ini diwujudkan dalam bentuk makanan siap saji dan paket kebutuhan pokok. Bantuan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh para penerima. Bagi keluarga pra sejahtera, fidyah membantu memenuhi kebutuhan pangan harian. Sedangkan bagi korban banjir, ia menjadi penopang di masa pemulihan. Kemudian, bagi para santri penghafal Al-Qur’an, dukungan konsumsi menjaga fokus mereka dalam belajar dan beribadah.
Penyaluran ini menegaskan bahwa fidyah bukan sekadar kewajiban syariat yang ditunaikan secara administratif. Ia adalah jembatan kebaikan. Setiap titipan donatur diterjemahkan menjadi kepedulian yang konkret, menyentuh dapur-dapur sederhana dan ruang-ruang belajar para penghafal Al-Qur’an.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga amanah para donatur.
“Kami berupaya memastikan amanah tersalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi penerima,” ujarnya.
Melalui program ini, nilai ibadah dan kepedulian sosial berjalan beriringan. Fidyah yang ditunaikan menghadirkan dampak ganda: menggugurkan kewajiban sekaligus menguatkan ketahanan pangan masyarakat yang membutuhkan. Di sanalah ibadah menemukan makna sosialnya—menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi umat.



