Berbagi Kebaikan by Baitul Maal Hidayatullah - Bantu Ringankan Perekonomian Para Guru Pedalaman

Sahabat, mari dukung perjuangan para guru di pedalaman dengan santunan agar mereka dapat terus menebar kebaikan demi masa depan bangsa

Bantu Ringankan Perekonomian Para Guru Pedalaman

Lokasi Donasi Seluruh Indonesia
Seluruh Indonesia

Sampai dengan 28 February 2021


0%
32 hari lagi

Bantu sebarkan program ini melalui sosial media

Sahabat, mari dukung perjuangan para guru di pedalaman dengan santunan agar mereka dapat terus menebar kebaikan demi masa depan bangsa

Ribuan Guru di Pedalaman Indonesia Rela Mengajar dan Tetap Mengabdi Meski Harus Hidup Penuh Keterbatasan.

Sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa adalah benar adanya,terutama bagi mereka yang mengajar di daerah 3T (Terluar, Terdalam, Terdepan) atau di pelosok-pelosok Indonesia.

Mereka rela mengajar di tengah keterbatasan sarana dan fasilitas demi pendidikan layak untuk anak-anak pelosok yang jauh dari peradaban kota.

Tak jauh berbeda dengan keterbatasan pendidikan yang ada, kehidupan mereka pun juga penuh dengan keterbatasan.

Tak jarang mereka harus jalan berkilo-kilo meter untuk mengajar di sekolah. Belum lagi upah yang tidak pasti dan belum tentu bisa dikantongi mereka setiap bulannya.

Perjuangan mereka untuk mencerdaskan anak bangsa lebih berat dari yang kita pikirkan.

Beberapa diantaranya adalah Pak Untung yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Miftaul Ulum Jawa Tengah dan Ibu Rahmatia yang mengajar di Pedalaman NTT.

Lahir tanpa memiliki lengan Pak Untung mengajarkan murid-muridnya dengan dengan kaki.

Dengan piawai jari-jari kakinya bisa menulia huruf-huruf Arab layaknya tulis tangan, murid-murid Pak Untung pun tidak merasa risih atau melihat kondisi gurunya seperti itu.

Selain mengajar di sekolah, beliau juga mengajar ngaji anak-anak desa setempat di mushola miliknya.

Pak Untung pun di percaya warga untuk mengurus berbagai urusan agama di daerah tempat tinggal nya.

Untuk menambah penghasilan guna mencukupi kebutuhan keluarga dengan telaten untung beserta istri memelihara ayam dan burung.

Selain itu ada Ibu Rahmatia yang sudah mengajar kurang 4 tahun di kampung Marutauk, Desa Sambasi, Kec. Riung. Kab.Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, perjuangannya sebagai guru lebih berat di tengah pandemi COVID-19.

Ia harus berjalan kaki sejauh 21 KM hanya untuk medapatkan akses internet dan sarana mengajar agar terus bisa berlangsung proses mengajar.

"Gaji dibayar tidak menentu, klo ada uang kami dapat gaji, biasanya itu per triwulan sebesar Rp. 350.000. Terkadang juga pembayarannya pake kambing (SPP) kepada sekolah kami." - Ibu Rahmatia, Pengajar di Pelosok NTT.
Sahabat, selain Pak Untung dan Ibu Rahmatia masih banyak guru-guru di indonesia saat ini yang nasib dan kondisinya sangat memprihatinkan terutama mereka yang berada di wilayah pedalaman.

Sudah seharusnya kita memberikan apresiasi kepada para guru-guru pendidik agar dengan ini bisa memabantu meringankan perekonomian mereka.

***

Dukungan kalian dapat disalurkan melalui

1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
3. Pilih metode pembayaran GOPAY/LinkAja/JeniusPay/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu

Bantu sebarkan program ini dengan menjadi Fundraiser (penyebar amal baik)

atau Anda bisa membantu menyebarkan kebaikan

Sosial media terkait program

Logo Baitul Maal Hidayatullah

Baitul Maal Hidayatullah