


Di tengah lahan seluas 20.000 meter persegi di Dusun Kampung Baru, Desa Uraso, Luwu Utara…
berdiri sebuah tempat yang sunyi, namun penuh cahaya.
Pondok Pesantren Tahfidz Al Hijrah.
Di sinilah puluhan santri menghabiskan hari-hari mereka untuk satu tujuan mulia:
menghafal Al-Qur’an, memahami agama, dan membangun masa depan.
Rumah ibadah lama mereka hanyalah mushola kayu sederhana berukuran 5x5 meter.


Sudah lebih dari lima tahun, bangunan kecil dengan dinding setengah terbuka dan lantai semen beralaskan tikar plastik itu menjadi saksi setiap sujud, setiap doa, dan setiap ayat yang mereka hafalkan.
Sejak tahun 2024, pembangunan Masjid Al-Alaq di lingkungan Pondok Tahfidz Putra Hidayatullah Uraso telah dimulai dengan penuh harapan.
Namun hari ini…
pembangunan itu masih tertahan. Yang berdiri baru sebatas pondasi awal—menjadi saksi bahwa semangat sudah dimulai, tapi belum mampu dituntaskan.

Belum ada masjid yang layak. Belum ada ruang yang benar-benar nyaman untuk sujud, mengaji, dan membangun generasi Qur’ani.
Padahal, masjid bukan hanya tempat ibadah, ia adalah pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan akhlak.
Mari kita lanjutkan pembangunan, dari pondasi yang sempat terhenti, kita wujudkan menjadi masjid yang berdiri kokoh. Kita perkuat dakwah di pelosok Sulawesi, pulau-pulau dan daerah terpencil lainnya dengan cara :
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.