
Dalam aksi ini, relawan BMH berjibaku membersihkan lumpur tebal yang merendam peralatan ibadah, khususnya sajadah-sajadah masjid yang tersimpan di rumah Pak Maimun. Kondisi sajadah tersebut sangat memprihatinkan, namun urgensi kebutuhan warga untuk kembali beribadah membuat upaya pembersihan ini menjadi prioritas mutlak.
Koordinator BMH di lokasi, Muhtadin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membersihkan kotoran fisik.
“Alhamdulillah, hari ini kami bergerak di dua tempat. Fokus kami membantu membersihkan sajadah yang kondisinya tak layak pakai akibat rendaman lumpur. Ini harus segera dilakukan karena sajadah ini sangat dibutuhkan warga untuk kegiatan ibadah berjamaah,” ujar Muhtadin.
Pemulihan Psikososial
Langkah BMH membersihkan sajadah dan rumah sang Imam adalah bentuk pemulihan psikososial yang mendalam. Bagi masyarakat Desa Banai, Karang Baru, Aceh Tamiang yang religius, masjid dan perangkat shalat adalah jantung kehidupan sosial mereka.

Ketika rumah-rumah tetangga kiri dan kanan Pak Maimun hancur tak bersisa—hanya menyisakan pondasi akibat tersapu arus—keberadaan sajadah yang bersih menjadi simbol “harapan” dan “kenormalan” yang kembali hadir.
Bantuan ini memberikan ketenangan batin bagi warga untuk bisa bersujud mengadu kepada Sang Pencipta dengan layak, sebuah kemewahan yang sempat hilang pascabencana. Kehadiran relawan yang mau kotor-kotoran membersihkan lumpur juga menjadi bukti solidaritas yang menguatkan mental penyintas bahwa mereka tidak ditinggalkan.
Kisah Heroik di Balik Plafon
Di sela-sela aksi bersih-bersih, terungkap kisah heroik sekaligus memilukan dari Pak Maimun. Saat banjir bandang menerjang, ia terjebak di dalam rumahnya. Demi bertahan hidup, Pak Maimun terpaksa menjebol plafon rumah dan bertahan di atas atap.

“Beliau harus bertahan selama 3 hari 3 malam tanpa makan dan minum di atas plafon. Alhamdulillah, rumah beliau masih utuh berdiri, sementara tetangga kiri kanannya hancur hanyut menyisakan pondasi saja,” tutur Muhtadin menceritakan kembali kesaksian Pak Imam.
Kehadiran BMH di Desa Banai hari ini menjadi oase di tengah duka. Dengan kembalinya fungsi alat ibadah dan bersihnya lingkungan, BMH berikhtiar memulihkan senyum warga dan menguatkan kembali sendi-sendi kehidupan di wilayah terdampak.



































































