menjadi hari yang membekas bagi 20 santri tahfidz dan 25 da’i-da’iyah dari wilayah Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kota Serang. BMH Banten hadir untuk berbagi kebahagiaan melalui acara buka puasa bersama, yang dirangkai dengan khataman Al-Qur’an dan tausiyah penuh hikmah.

Menu berbuka puasa yang disajikan sederhana, namun penuh kehangatan. Muhammad Ilyas, santri asal Ciruas yang sudah hafal 1 juz di usia 13 tahun, tak bisa menyembunyikan senyumnya.
“Bagus acaranya, dan enak-enak makanannya,” katanya polos. Sementara Adrian Zuan Sasmita, santri asal Pandeglang yang sudah hafal 5 juz di usia 15 tahun, menambahkan, “Buka puasa hari ini menyenangkan hati, lain menunya lebih enak.”
Kehadiran BMH Banten bukan sekadar memberi makanan, tetapi juga menyemangati para santri dan da’i dalam perjuangan mereka menghafal Al-Qur’an dan menyebarkan dakwah.
Roni Hayani, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Banten, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap para penghafal Qur’an dan pejuang dakwah.
“Semoga apa yang kami berikan bisa menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berjuang di jalan Allah,”






