BMH Dampingi Sahabat Tunanetra Balikpapan
BANGUN EKOSISTEM MANDIRI, DONGKRAK KEMAMPUAN MEMBACA KITAB SUCI

Ketika dunia luar gelap tanpa warna, cahaya dari ayat-ayat suci justru memancar terang di hati mereka. Suasana syahdu penuh keharuan terdengar di Jl Telaga Sari II, No 007, Balikpapan Kota, Minggu (7/6).

Di ruang sekretariat Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Balikpapan, jemari mereka meraba lembaran Al-Qur'an Braile untuk melantunkan firman Allah dalam program Mengaji Bersama Tunanetra. BMH Kaltim mendukung operasional rutin 30 penyandang tunanetra yang disalurkan bukan sekadar memfasilitasi kebutuhan kajian keislaman dan muroja'ah hafalan, melainkan juga menyentuh aspek paling krusial yakni dukungan dana transportasi.
Bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan pandangan, mobilitas menuju tempat belajar adalah perjuangan besar yang kerap terhalang biaya.
"Semoga bukan hanya mendongkrak kemampuan sahabat tunanetra membaca kitab suci dan menumbuhkan rasa percaya diri, tetapi juga melahirkan sebuah ekosistem belajar yang mandiri," ungkap Kadiv Prodaya BMH Kaltim Achmad Rifai.
Keberhasilan program ini tecermin dari metamorfosis salah satu penerima manfaat.
"Alhamdulillah, awalnya saya hanya menjadi peserta pengajian. Karena pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari BMH, sekarang saya diberi amanah untuk menjadi guru dan membimbing teman-teman yang lain dalam belajar Al-Qur'an," ungkap Wamena, salah seorang peserta.
(*)












