

Bayangkan jemari mungil para santri tahfidz membuka lembaran mushaf setiap pagi, suara ayat suci mengalun indah, menembus sunyi rawa. Namun di balik keindahan itu, ada rasa was-was yang tak pernah hilang. Lantai kayu tempat mereka berpijak sudah lapuk dimakan usia, bergoyang setiap kali langkah kecil menapak, seolah mengingatkan bahwa bahaya bisa datang kapan saja.
Mereka bukan meminta kemewahan, bukan pula kenyamanan berlebihan. Yang mereka harapkan hanyalah tempat aman untuk menjaga kalam Allah, agar hati bisa tenang saat menghafal tanpa takut terperosok ke dalam rawa. “Kami ingin fokus menghafal, tapi kadang takut kalau tiba-tiba lantai runtuh,” ungkap seorang santri dengan mata penuh harap.
Sahabat, setiap huruf Al-Qur’an yang mereka hafal adalah cahaya bagi umat. Mari kita hadirkan rasa aman bagi para penjaga Al-Qur’an ini dengan membantu renovasi rumah tahfidz mereka. Satu langkah kecil dari kita bisa menjadi pondasi kokoh bagi masa depan mereka, sekaligus amal jariyah yang terus mengalir bersama lantunan ayat suci.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik