Di balik jalan berlubang, jarak yang jauh, dan akses yang terbatas, perjuangan para dai untuk menyampaikan ilmu agama tak pernah surut. Di Balikpapan, salah satu sosok yang menjadi teladan keteguhan dalam dakwah adalah Ustadz Moch Yasin—seorang dai yang setiap hari menempuh ratusan kilometer demi menyentuh umat di pelosok, mulai dari kawasan Samboja, hingga lembaga pemasyarakatan dan majelis taklim di pinggiran kota.
Untuk memperkuat mobilitasnya, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kaltim secara resmi menyerahkan satu unit motor operasional kepada Ustadz Yasin pada Kamis, 16 Oktober 2025, di kantor BMH Jl. MT. Haryono, Balikpapan Selatan. Motor ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kepercayaan umat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BMH—untuk menjadikan dakwah lebih luas, lebih cepat, dan lebih menyentuh.

Achmad Rifai, Kepala Divisi Program Dakwah BMH Kaltim, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari inisiatif “Armada Dakwah”, yang dirancang khusus untuk mendukung para dai yang bekerja di wilayah dengan tantangan geografis tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa jarak bukan lagi penghalang bagi penyebaran rahmat Islam. Dengan kendaraan ini, Ustadz Yasin bisa lebih sering mengunjungi titik-titik strategis, menghadiri pengajian, dan memberikan bimbingan spiritual secara konsisten,” ujarnya.
Ustadz Yasin, yang dikenal sederhana namun penuh keteguhan, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Sebelumnya, saya harus bergantung pada angkutan umum atau menumpang, yang seringkali tidak sesuai jadwal dakwah. Sekarang, saya bisa lebih fleksibel, tepat waktu, dan lebih banyak menyentuh mereka yang butuh nasihat,” katanya dengan nada tulus.
Ia menambahkan, “Semoga motor ini menjadi amal jariyah bagi para donatur, dan semoga Allah melipatgandakan kebaikan mereka. Saya akan terus istiqamah, bukan karena ada kendaraan, tapi karena amanah yang diemban.”
Kehadiran motor ini bukan hanya mengurangi beban logistik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa dakwah bukan hanya soal ilmu, tapi juga soal kepedulian—bahwa ketika umat saling menopang, maka syiar Islam bisa menyentuh siapa pun, di mana pun, meski di ujung jalan yang paling terpencil.
Dengan program Armada Dakwah, BMH membuktikan bahwa dukungan nyata—bukan hanya doa atau kata-kata—adalah kunci keberlanjutan dakwah di garda depan. Dan di setiap kilometer yang ditempuh Ustadz Yasin, ada harapan baru yang tumbuh: generasi yang lebih paham, lebih tenang, dan lebih dekat pada nilai-nilai luhur Islam.









