

Tragedi memilukan menimpa seorang bocah perempuan berusia empat tahun yang tinggal di Manokwari, Papua. Sesilia namanya. Hidupnya yang penuh tawa berubah penuh tangis dan rasa sakit..

Kejadian naas itu bermula ketika Seslia sedang bermain di dekat tumpukan sampah yang dibakar di halaman rumah. Tiba-tiba, api menyambar ke tubuh mungilnya. Sesilia langsung menjerit kesakitan dan berlari dengan tubuh yang penuh api. Sontak, kedua orang tuanya panik segera memadamkan api dengan tangan kosong.
“Sesilia terbakar di depan mata saya, hancur sekali perasaan ini bukan main. Saya harus tetap tenang sambil memadamkan api walau tangan saya juga terluka”, ungkap Pak Noviyanto (36 tahun).
Pak Noviyanto, seorang petani kecil dengan upah kurang dari Rp 50.000 per hari, kini harus membagi fokus antara mencari nafkah dan merawat putri tercintanya.
“Jujur, mas, saat saya kerja saya tidak fokus. Saya terus memikirkan anak saya. Setiap kali saya membayangkan lukanya, hati saya seperti dicabik-cabik,” ucapnya penuh kesedihan.
Sesilia segera dilarikan ke rumah sakit setelah insiden itu. Namun perjuangannya untuk kesana bukan hal mudah, harus memakan waktu 2,5 jam dengan akses jalan penuh bebatuan dan berlubang. Meski memiliki BPJS, operasional pengobatannya tidak tercover.

Sesilia harus menjalani perawatan intensif, 80% tubuhnya luka bakar serius. Setiap sentuhan untuk membersihkan lukanya menjadi siksaan yang luar biasa.
Segala upaya telah dilakukan Pak Noviyanto dan istrinya, barang-barang berharga dijual tanpa sisa demi menyelamatkan nyawa Sesilia.
Meski begitu, semangat kecil Sesilia untuk bertahan hidup menjadi cahaya di tengah kegelapan. Setiap kali ia menatap ibunya, ada harapan yang masih menyala. “Sesilia itu anak yang kuat. Walau kesakitan, dia masih memanggil saya, 'Mama, sakitnya nanti hilang, ya?' Itu yang membuat saya tidak boleh menyerah,” ucap ibunya sambil menghapus air matanya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik