

Di sebuah pesantren tahfizhul Qur’an Hidayatullah, Jl. Hidayah, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, puluhan santri putri setiap hari belajar, beribadah, dan menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Namun, ada satu kebutuhan yang begitu dekat dengan kehidupan mereka yang hingga kini masih menjadi persoalan: air bersih.
Selama lebih dari 2 tahun, para santri mengandalkan sumur galian yang ada di lingkungan pesantren. Sayangnya, debit air dari sumur tersebut semakin sedikit, terlebih ketika musim kemarau tiba.
Saat air tidak lagi mencukupi, para santri terpaksa mengambil air dari kolam yang kondisi airnya keruh dan berbau.
Air yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mandi, mencuci, hingga mendukung kebersihan lingkungan, justru menjadi sumber kekhawatiran.

Bayangkan...
Bagaimana rasanya harus berwudhu dan bersuci dengan air yang tidak layak?
Bagaimana para santri bisa menjalani aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan tenang ketika kebutuhan dasar mereka akan air bersih belum terpenuhi?
Setiap hari, para santri tetap berusaha menjalani aktivitas mereka. Mengaji. Menghafal Al-Qur’an. Belajar. Beribadah.
Namun di balik perjuangan mereka menjaga hafalan ayat-ayat Allah, ada perjuangan lain yang mungkin tidak banyak orang tahu
Kondisi ini telah berlangsung lebih dari 2 tahun. Selain mengganggu aktivitas ibadah dan keseharian para santri, penggunaan air yang tidak layak juga berpotensi membahayakan kesehatan mereka.
Kini, para santri dan pengasuh pesantren sangat berharap hadirnya sumur bor yang dapat menjadi sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Dalam Islam, menyediakan air bagi mereka yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk sedekah yang memiliki keutamaan besar.
Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama, kemudian beliau menjawab:
"Sedekah yang paling utama adalah memberi air."
(HR. Abu Dawud)
Bayangkan jika air yang kita sedekahkan digunakan untuk berwudhu.
Digunakan untuk mandi dan menjaga kebersihan.
Digunakan untuk minum dan menjaga kesehatan.
Digunakan oleh para santri untuk beribadah dan menghafalkan Al-Qur’an.
Setiap kali air itu mengalir dan memberikan manfaat, insyaAllah kebaikan pun ikut mengalir.
Ketika seorang santri berwudhu dengan air yang kita bantu hadirkan, semoga menjadi bagian dari pahala kebaikan kita.

Ketika mereka bersuci dan melaksanakan shalat, semoga menjadi amal yang terus dicatat.
Ketika mereka kembali duduk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, semoga setiap huruf yang mereka baca menjadi kebaikan yang turut mengalir kepada orang-orang yang telah membantu menyediakan airnya.

Sebab, ketika air mengalir, insyaAllah ada wudhu yang terjaga.
Ada ibadah yang dimudahkan.
Ada hafalan Al-Qur’an yang terus dilantunkan.
Ada kesehatan yang lebih terjaga.
Dan ada pahala kebaikan yang semoga terus mengalir bagi setiap orang yang ikut menghadirkannya.
Yuk, bersama BMH, bantu wujudkan sumur bor untuk santri putri penghafal Al-Qur’an di Ketapang.
Sedekah Anda hari ini, insyaAllah menjadi sumber kehidupan dan kebaikan yang terus mengalir.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik